Faedah Membaca:
- Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan, dan kesedihan.
- Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
- Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untu berhubungan dngan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
- Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balaghah dan fashalah.
- Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani.
- Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
- Dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari, dan pemahaman ulama.
- Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapapnya dalam kehidupan nyata.
- Menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan muslimin. Sebab buku merupakan; pemberi nasihat yang paling agung, pendorong jiwa yang paling besar, dan penyuruh kepada kebaikan yang paling bijaksana.
- Membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah, dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma.
Seorang penyair mengatakan:
Kehidupan jiwa adalah
konsep dan makna,
bukan yang engkau
makan dan minum.
Berikut beberapa komentar-komentar tentang perasaan cintanya
kepada buku-buku.
Al-Hasan al-Lu’lui berkata, “Saya mnelakukan perjalanan
selama empat puluh tahun, dan saya tidak pernah tidur siang. Tidak pula pada
malam hari dan tidak pula bersandar, kecuali buku selalu saya letakan di dada.
Ibnu al –Jahm berkata, “Jika kantuk datang menyerang sebelum
waktunya tidur, maka saya akan mengambil salah satu buku dari buku-buku hikmah.
Dengan buku itu saya merasakan adanya gelora untuk mendapatkan nilai-nilai dan
adanya kecintaan terhadap perbuatan-perbuatan baik yang menyeruak ketika saya
mendapatkan sesuatu yang menarik, dan yang meliputi hati dengan kebahagiaan. Ketika
perasaan hati dalam kondisi sangat tenang, membaca dan belajar akan lebih
mempunyai lebih punya kekuatan untuk
membangunkan daripada suara keledai dan bunyi reruntuhan yang mengejutkan.
Ibnu al-Jahm berkata lagi, “Saya sangat senang dan cinta
kepada buku. Dan, bila saya berharap untuk mendapatkan manfaat darinya, maka
anda akan melihat saya jam demi jam memeriksa beberapa halaman lagi yang
tersisa, karena takutnya mendekati halaman terkahir. Dan, bila buku itu
berjilid-jilid dengan jumlah halaman yang banyak, maka sempurnalah hidup ini
lengkaplah kegembiraan ini.”
Al-Atabiy mengomentari sebuah buku yang ditulis oleh
ulama-ulama terdahulu, “Seandainya bukan karena banyaknya jumlah halaman pasti
saya akan menyalinnya.”
Ibnu al-Jahm pun menimpali, “Tapi saya justru suka terhadap
apa yang tidak anda sukai.”
Sedangkan kitab yang paling mulia dan paling tinggi,
{Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka
janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenannya, supaya kamu memberikan
peringantan dengan kitab itu(keapda orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi
orang-orang yang beriman.}
Dan ia sendiri Dr. ‘Aidh Al-Qarni mengatakan, “Saya tidak
pernah membaca satupun buku besar, kecuali saya dapatkan manfaat di dalamnnya.
Dan tidak terhitung berapa banyak buku kecil yang say abaca yang ketika selesai
membacanya saya tidak berbeda dengan ketika mulai membaca.
**
Semua tadi saya dapatkan di buku La-Tahzan (buku terlaris di
dunia), untuk mencari bukunya cukup mudah karena gampang di temui di
gramedia-gramedia atau toko-toko buku besar di kota anda dengan harga tidak
seberapa dibanding isinya yang begitu banyak memberikan kebaikan.
EmoticonEmoticon